kabarpati.my.id: Berita
Kabar Terbaru
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Agustus 2025

Sambut HUT RI Ke 80, Komunitas Weron People Pasang Lampu Penerangan Di Perbatasan Dukuh Weron Tegalharjo

Sambut HUT RI Ke 80, Komunitas Weron People Pasang Lampu Penerangan Di Perbatasan Dukuh Weron Tegalharjo

 


Kabarpati.my.idPati, 16 Agustus 2025 – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke 80 tahun, Komunitas Weron People memasang lampu penerangan jalan di perbatasan dukuh. Sebanyak dua titik lampu dipasang tepatnya di sebelah selatan berbatasan dengan Dukuh Kethekputih dan di sebelah utara berbatasan dengan Desa Tanjungrejo.

Kegiatan berlangsung sejak pagi hingga menjelang siang diikuti oleh puluhan anggota komunitas dengan penuh semangat.

“Program pasang lampu hari ini dalam rangka menyambut HUT RI ke 80, dana yang kami gunakan murni dari donasi masyarakat dan laporannya bisa dipantau bersama lewat website kami www.weronpeople.my.id” ungkap Paminto ketua Komunitas Weron People.

Antusias warga Dukuh Weron sangat mendukung kegiatan ini terbukti dengan donasi yang diberikan baik dalam bentuk uang maupun konsumsi berupa makanan, camilan dan minuman.

“Kami sangat senang dengan program teman-teman WP ini karena tikungan jalan di ujung Dukuh Weron selah selatan kini jadi terang kembali” kata bapak Sronto warga RT 03 yang biasa melalui jalan tersebut.

Hal senada disampaikan oleh Sunetro, warga RT 01 di ujung sebelah utara Dukuh Weron yang berbatasan dengan Desa Tanjungrejo, “Alhamdulillah kini perbatasan Weron jadi terang, sebelumnya agak serem ya kalau lewat perbatasan ini,” ungkapnya saat ditanya media.

Sebelumnya Komunitas Weron people dalam rangka memeriahkan bulan Agustus yang identik dengan nuansa semangat kemerdekaan juga memasang umbul-umbul dan mengecat marka jalan utama Dukuh Weron.

Diharapkan dengan kegiatan-kegiatan positif seperti ini, peringatan 17 Agustus sebagai hari Kemerdekan Republik Indonesia bisa momen bagi generasi muda dalam meneladani dan meruskan perjuangan para pahlawan dengan berusaha membawa kemajuan bagi lingkungan terdekatnya yaitu di dukuh masing-masing.


Penulis:
Achmad Munandar

Minggu, 10 Agustus 2025

Mahasiswa KKN UNDIP TIM 137 Olah Batang Serai Jadi Desinfektan Ramah Lingkungan Pada RW 08 Kelurahan Panggung Lor

Mahasiswa KKN UNDIP TIM 137 Olah Batang Serai Jadi Desinfektan Ramah Lingkungan Pada RW 08 Kelurahan Panggung Lor

 


Kabarpati.my.idSemarang, 10 Agustus 2025 - Mahasiswa KKN UNDIP Tim 137 melaksanakan kegiatan edukasi pengolahan batang serai menjadi disinfektan ramah lingkungan pada 21 Juni 2025 di RW 08 Kelurahan Panggung Lor, Kota Semarang. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan praktis kepada warga mengenai pemanfaatan bahan alami yang aman bagi kesehatan sekaligus bernilai ekonomis.

Kegiatan diawali dengan demonstrasi pembuatan disinfektan dari batang serai oleh Aufa Fadhil Maulana (Fakultas Peternakan dan Pertanian) bersama David Johnatan Pangemanan (Fakultas Teknik – Teknik Industri). Dalam sesi ini, David mengintegrasikan prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada setiap tahap proses, mulai dari persiapan bahan hingga pencampuran akhir. Aufa menjelaskan manfaat penggunaan bahan alami yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan, sekaligus menampilkan teknik pengolahan yang praktis. Warga turut serta mengamati setiap langkah secara langsung untuk memastikan pemahaman yang baik. Kolaborasi keduanya menunjukkan bagaimana aspek teknis dan aspek keamanan dapat berjalan seiring. Demonstrasi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab dari peserta.

Sesi berikutnya dibawakan oleh Muhammad Akhlis Ananta (Fakultas Teknik – Teknik Mesin) yang membahas perhitungan energi terpakai dalam proses produksi. Ananta memaparkan metode menghitung konsumsi energi, khususnya pada tahap perebusan serai yang memerlukan daya panas signifikan. Ia juga menjelaskan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) sebagai dasar penentuan harga jual yang wajar. Materi disampaikan menggunakan contoh nyata dari hasil produksi disinfektan yang dibuat di lokasi. Warga diperkenalkan pada konsep efisiensi energi untuk menekan biaya operasional. Penjelasan teknis ini membantu peserta memahami hubungan antara penggunaan energi dan pengeluaran produksi.

Rahmawati Panca Amalia (FISIP - Administrasi Bisnis) melanjutkan dengan sosialisasi perhitungan Break Even Point (BEP) untuk menentukan titik impas usaha. Rahma menjabarkan komponen biaya yang memengaruhi BEP, mulai dari komponen biaya tetap dan biaya variabel. Ia mengajak warga melakukan simulasi harga jual berdasarkan data HPP yang sudah dijelaskan sebelumnya. Simulasi perhitungan margin keuntungan juga dilakukan untuk memberi gambaran potensi laba. Materi ini dirancang agar mudah dipahami oleh warga. Warga terlihat antusias karena perhitungannya dapat langsung diaplikasikan.

Di sela kegiatan, Najwania Manika Widyadhari (Sekolah Vokasi – Informasi dan Humas) membagikan leaflet berisi ajakan untuk memanfaatkan bahan alami demi menjaga kebersihan lingkungan. Leaflet dirancang dengan desain menarik dan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh semua kalangan. Isinya mencakup ringkasan manfaat serai dan tips penggunaannya sebagai disinfektan. Najwania memastikan setiap peserta mendapatkan leaflet sebagai pegangan di rumah. Media ini berfungsi sebagai pengingat dan panduan praktis setelah kegiatan selesai. Upaya ini juga memperkuat aspek edukasi yang
menjadi tujuan utama program.

Catelia Risma Diyanti (Sekolah Vokasi – Informasi dan Humas) menambah dukungan visual dengan membuat mini standing banner berisi informasi edukasi pentingnya disinfektan serai. Banner ditempatkan di titik strategis lokasi kegiatan sehingga dapat dibaca oleh warga yang hadir maupun yang melintas. Desainnya memadukan teks singkat dan ilustrasi untuk memudahkan pemahaman. Kontennya menekankan keunggulan serai sebagai bahan baku pembersih alami. Media ini membantu menyebarluaskan informasi secara visual dan menarik. Banner juga diharapkan dapat digunakan kembali pada kegiatan serupa.

Kontribusi visual lainnya datang dari Muhammad Mada Novarianto (Fakultas Teknik-Teknik Industri) yang membuat poster ringkas mengenai langkah-langkah pembuatan disinfektan serai. Poster tersebut menampilkan ilustrasi tahap demi tahap secara jelas. Kontennya disusun berdasarkan proses yang didemonstrasikan sebelumnya oleh Aufa dan David. Mada memastikan setiap informasi disajikan akurat agar warga bisa menirukan proses di rumah. Poster ini juga dilengkapi tips penyimpanan agar produk tetap efektif. Keberadaan media ini menjadi pelengkap penyebaran informasi yang efektif.

Risma Lusiana Febriyanti (FISIP – Administrasi Publik) membuat poster khusus yang memuat manfaat batang serai untuk disinfektan dan tata cara pembuatannya. Informasi pada poster disusun secara terstruktur dengan dukungan ilustrasi yang sederhana namun informatif. Risma menekankan bahwa batang serai mudah didapat di lingkungan sekitar dan memiliki efektivitas tinggi sebagai bahan pembersih. Konten ini mendorong warga untuk memanfaatkan potensi lokal yang murah namun bermanfaat besar. Poster dipasang di area yang mudah diakses oleh warga selama kegiatan berlangsung. Langkah ini menjadi bagian dari edukasi publik yang aplikatif.


Seluruh rangkaian kegiatan mencerminkan kolaborasi lintas disiplin yang kuat. Mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi memadukan keahlian teknis, analisis bisnis, strategi komunikasi, dan edukasi publik. Pendekatan ini membuat warga memperoleh pemahaman yang lengkap, mulai dari teknik pembuatan hingga peluang pemanfaatan secara ekonomi. Kombinasi teori dan praktik membuat materi lebih mudah diterima oleh masyarakat. Setiap peran dijalankan sesuai kompetensi akademik masing masing anggota tim.

Kegiatan edukasi yang diselenggarakan oleh Mahasiswa KKN UNDIP Tim 137 ini menghadirkan pengalaman belajar yang menyeluruh dan bermakna bagi warga RW 08 Kelurahan Panggung Lor. Melalui kolaborasi lintas disiplin yang kuat, warga tidak hanya mendapatkan pengetahuan teknis tentang pembuatan disinfektan ramah lingkungan dari batang serai, tetapi juga pemahaman mendalam mengenai aspek keamanan, efisiensi energi, serta manajemen bisnis yang dapat mendukung keberlanjutan produk ini. Pendekatan yang interaktif dan aplikatif sukses membangkitkan semangat partisipasi warga dalam mengadopsi praktik hidup sehat dan berkelanjutan.

Dengan bekal ilmu yang komprehensif dan media edukasi yang mendukung, warga kini lebih siap untuk menerapkan pembuatan disinfektan alami secara mandiri sekaligus membuka kesempatan usaha yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis. Keberhasilan program ini mencerminkan sinergi positif antara akademisi dan masyarakat, yang dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lain dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi lokal. Inovasi sederhana dari batang serai ini membuktikan betapa potensi sumber daya alam di sekitar kita dapat menjadi solusi konkret bagi tantangan kebersihan dan kesehatan masyarakat.



Editor:
Achmad Munandar

Sabtu, 09 Agustus 2025

Bupati Pati Sudewo Batalkan Kebijakan Kenaikan Pajak PBB-P2 250% Yang Sudah Membayar Akan Dikembalikan

Bupati Pati Sudewo Batalkan Kebijakan Kenaikan Pajak PBB-P2 250% Yang Sudah Membayar Akan Dikembalikan

 


Kabarpati.my.id - Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Pati yang selama beberapa minggu ini dihebohkan dengan kebijakan Bupati Pati Sudewo yang menaikkan pajak PBB-P2 hingga 250%.

Hari ini, Jumat 08 Agustus 2025 mengutip video yang diposting oleh akun facebook Patinews, Bupati Pati Sudewo menyatakan bahwa kebijakan kenaikan pajak PBB-P2 tahun 2025 dibatalkan, masyarakat akan membayar pajak sesuai nominal tahun 2024, bagi yang sudah terlanjur membayar lunas pajak 2025 uangnya akan dikembalikan.



Berikut kutipan lengkap pernyataan dari video tersebut:

"Assalamu'alaikum wrwb, bapak ibu sekalian warga kabupaten Pati yang saya hormati dan saya banggakan. Saya didampingi bapak Kajari, bapak Komandan Kodim 0718, Bapak Kapolresta ingin menyampaikan bahwa: mencermati perkembangan situasi dan kondisi juga mengakomodir aspirasi yang berkembang Saya memutuskan kebijakan kenaikan PBB-P2 saya Batalkan, untuk menciptakan situasi aman dan kondusif dan dalam rangka memperlancar ekonomi dan pembangunan Kabupaten Pati.

Saya sampaikan berarti pembayaran pajaknya, akan kembali seperti semula yaitu seperti pada tahun 2024. Bagi yang sudah terlanjur membayar uang sisanya itu akan dikembalikan oleh pemerintah yang akan diatur teknisnya oleh BPKAD dan oleh kepala desa.

Saya sampaikan pula, bahwa saya tetap akan konsisten membangun Kabupaten Pati secara maksimal, melayani masyakarakat kabupaten Pati secara maksimal setulus-tulusnya. Jadi ini murni dalam rangka menciptakan situasi yang kondusif dan juga tidak ada perubahan sikap dari saya, saya tetap tulus ikhlas untuk masyarakat Kabupaten Pati semuanya tidak ada yang saya bedakan. Maksimal pembangunan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. 

Demikian yang saya sampaikan bila ada sesuatu yang kurang berkenan selama ini Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kita kompak solid gotong royong membangun kabupaten Pati, demi kabutaten Pati maju, Kabupaten Pati kita cintai bersama.

Wassalamu'alaikum wrwb"


Sebelumnya ramai di media sosial facebook pada Selasa tanggal 5 Agustus terjadi perdebatan antara warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu yang sedang menggalang donasi di depan kantor bupati dengan Satpol PP yang hendak menyita air minum donasi masyarakat untuk demo yang akan digelar pada tanggal 13 Agustus 2025 nanti terkait kebijakan Bupati Pati Sudewo yang menaikkan pajak PBB-P2 hingga 250%.



Sumber video: Akun Facebook Patinews


===
Baca Juga:

Rabu, 06 Agustus 2025

Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (ASPIRASI) Akan Ikut Demo 13 Agustus 2025

Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (ASPIRASI) Akan Ikut Demo 13 Agustus 2025

 



Kabarpati.my.id - Satu lagi unsur masyarakat akan bergabung dengan demo tanggal 13 Agustus di Pati. Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (ASPIRASI) yang diketuai oleh Sahal Mahfudh menyatakan sudah menyampaikan pemberitahuan secara resmi kepada Polresta Pati. Ia menegaskan bahwa aksi ini akan berlangsung damai dan tanpa unsur anarkis.

Selain protes terhadap kebijakan kenaikan PBB-P2 yang memberatkan masyarakat, Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (ASPIRASI) juga akan menyampaikan aspirasi tentang penolakan kebijakan sekolah 5 hari yang membuat siswa pulang sekolah hingga sore hari dan tidak ada waktu mengikuti kegiatan TPQ dan Madrasah Diniyah.

Sahal lewat akun facebooknya menuliskan:

Bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini, Rabu dimana Gusti Allah menciptakan cahaya, 06 Agustus 2025, kami menyerahkan surat pemberitahuan aksi ASPIRASI (Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi) ke Polresta Pati. Semoga ini masuk dalam kategori perjuangan dalam hadits Kanjeng Nabi Muhammad صلى الله على محمد 

أنَّ النَّبِيَّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ: أَيُّ الجِهَادِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: كَلِمَةُ حَقٍّ عِندَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ.
Bahwasanya Kanjeng Nabi Muhammad ﷺ ditanya: "Jihad apa yang paling utama?" Beliau menjawab: "(Menyampaikan) Ucapan kebenaran di hadapan penguasa yang zalim."

Kami menghormati para pemimpin, sebagai sesama manusia dan warga Indonesia. Tetapi, kami tidak menyukai tindakan-tindakan korup, kedzaliman dan kesewenang-wenangan. Tindakan semacam ini harus dilawan. Semoga usaha ini diridhai dan diberkahi Gusti Allah. Semoga juga aksi 13 Agustus 2025 Rabu depan di Alun-Alun Pati berjalan kondusif, aman, nyaman, tuntutan rakyat bisa diterima dan dijalankan, para pemimpin diberikan amanah, adil dan welas asih kepada rakyatnya. Amin ya Rabb.


Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Akan Gelar Demo Tanggal 13 Agustus 2025 Terkait Kenaikan  PBB-P2 250 Persen

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Akan Gelar Demo Tanggal 13 Agustus 2025 Terkait Kenaikan PBB-P2 250 Persen

 



Kabarpati.my.id - Warga dari berbagai penjuru akan bersatu dalam aksi demo pada 13 Agustus 2025, menyuarakan penolakan keras terhadap rencana kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang meroket hingga 250 persen. 

Hingga tanggal 6 Agustus 2025 terpantau posko penggalangan donasi berada di depan kantor Bupati menerima donasi masyarakat silih berganti. Ratusan dus berisi air mineral datang sebagai bentuk dukungan dari masyarakat, selain itu juga ada donasi berupa mie instan, makanan ringan hingga telur busuk yang akan digunakan saat demo pada tanggal 13 Agustus 2025 nanti.

Seorang warga berinisial AM yang tak mau disebut namanya mengungkapkan kenaikan PBB-P2 ini memang sangat memberatkan, "Tahun 2024 lalu, saya hanya membayar 34.000 tapi tahun 2025 ini naik jadi Rp134.000 jadi sangat memberatkan ditambah tidak ada sosialisasi sebelumnya." ungkapnya.


Sumber foto: Matranews

Rabu, 09 Juli 2025

Edukasi Hukum Lingkungan untuk Petani Berkelanjutan: Kolaborasi Mahasiswa KKN-T UNDIP dan Kelompok Tani Desa Sukorejo, Sragen

Edukasi Hukum Lingkungan untuk Petani Berkelanjutan: Kolaborasi Mahasiswa KKN-T UNDIP dan Kelompok Tani Desa Sukorejo, Sragen

 


kabarpati.my.idMahasiswa KKN-T UNDIP melaksanakan kegiatan edukasi bertema "Edukasi Hukum Lingkungan untuk Petani Berkelanjutan" di rumah Ketua Kelompok Tani dan Ternak Desa Sukorejo, Sragen. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman petani dan peternak mengenai dampak lingkungan dari praktik pertanian konvensional serta solusi berbasis hukum dan teknologi ramah lingkungan. Melalui pendekatan partisipatif, diharapkan masyarakat desa dapat menerapkan prinsip pertanian berkelanjutan sekaligus memahami konsekuensi hukum dari pencemaran lingkungan. Hal ini sejalan dengan misi IDBU-KKN Tematik 42, yaitu mendukung tumbuhnya semangat belajar bagi anak-anak desa, di bawah bimbingan Dr. Ir. Cahya Setya Utama, S.Pt., M.Si., IPM.  

Kegiatan dilaksanakan pada 2 Juli 2025 dengan metode diskusi informal, melibatkan 20 petani dan peternak Desa Sukorejo. Pendekatan ini dipilih untuk memicu interaksi aktif, di mana peserta bebas menyampaikan keluhan, pengalaman, dan pertanyaan terkait isu lingkungan. Diskusi difokuskan pada analisis masalah lokal seperti ketergantungan pupuk anorganik, pembuangan limbah ternak dan ikan lele ke sungai, serta pencemaran saluran irigasi. Suasana santai namun serius memungkinkan mahasiswa KKN-T UNDIP menyampaikan materi hukum lingkungan secara aplikatif, termasuk solusi praktis seperti pengolahan limbah menjadi biogas dan pupuk organik.  

Berdasarkan analisis dari berita daerah dan penelitian mahasiswa, sebagian besar petani di Sragen masih bergantung pada pupuk anorganik, sementara peternak belum optimal mengelola limbah kotoran ternak. Limbah budidaya ikan lele juga sering dibuang langsung ke sungai. Di sisi lain, petani mengeluhkan kerusakan lahan akibat limbah yang mencemari saluran irigasi, terutama pada malam hari ketika air berbau tidak sedap.  

Kegiatan edukasi ini mengacu pada UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, khususnya Pasal 60, 69, 100, dan 104, yang mengatur kewajiban pengelolaan limbah dan sanksi bagi pelanggar. Selain itu, PP No. 22 Tahun 2021 Pasal 138 huruf (h) menegaskan bahwa limbah harus diolah sesuai standar baku mutu lingkungan. Pelanggaran terhadap aturan ini, seperti pembuangan limbah ternak atau pupuk kimia berlebihan ke sungai, dapat dikenai sanksi pidana sesuai Pasal 100 dan 104 UU No. 32/2009  

Untuk mengatasi permasalahan ini, mahasiswa KKN-T UNDIP menawarkan solusi berbasis partisipasi masyarakat. Pertama, mendorong pertanian organik dengan memanfaatkan kompos dari limbah ternak dan sisa tanaman untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik. Kedua, menyelenggarakan pelatihan bagi petani dan peternak tentang teknik pengelolaan limbah serta praktik pertanian berkelanjutan. Ketiga, mengembangkan teknologi sederhana seperti reaktor biogas dan kolam sedimentasi untuk mengubah limbah ternak menjadi energi dan pupuk. Keempat, membentuk tim pengawas lingkungan desa yang bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat untuk memantau dan melaporkan pelanggaran. Dengan pendekatan ini, diharapkan Desa Sukorejo dapat menerapkan sistem pertanian yang ramah lingkungan sekaligus mematuhi regulasi hukum yang berlaku. 

Kegiatan berhasil menciptakan forum diskusi aktif, di mana petani menyadari pentingnya aspek hukum lingkungan. Misalnya, peserta sepakat menginisiasi pembuatan pupuk organik bersama dan melaporkan kasus pencemaran ke pemerintah desa. Antusiasme ini menunjukkan keberhasilan pendekatan partisipatif dalam membangun kesadaran kolektif.  

Forum diskusi ini diharapkan menjadi wadah tetap advokasi lingkungan di Sukorejo. Dengan pemahaman hukum yang memadai, petani dapat menjadi agen perubahan menuju pertanian berkelanjutan sekaligus penjaga kelestarian ekosistem desa. Kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat seperti ini menjadi kunci mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan.  

Kegiatan ini tidak hanya memenuhi tujuan KKN-T UNDIP dalam transfer ilmu, tetapi juga memperkuat sinergi antara kampus dan masyarakat. Dukungan dari Dr. Cahya Setya Utama dan IDBU-KKN Tematik 42 mempertegas komitmen untuk membangun desa yang mandiri dan berwawasan lingkungan.



Editor:
Achmad Munandar

Minggu, 29 Juni 2025

Semarakan Malam Suro, Warga RT 01 Dukuh Weron Tegalharjo Gelar Kesenian Campursari

Semarakan Malam Suro, Warga RT 01 Dukuh Weron Tegalharjo Gelar Kesenian Campursari

 


Kabarpati.my.id - Tegalharjo 27 Juni 2025. Warga RT 01 Dukuh Weron gelar kesenian campursari dalam rangka memeriahkan malam Suro atau tahun baru Islam 1447 Hijriah.

Pagelaran tersebut bertempat di lapangan bola voli Dukuh Weron mulai jam 20.00 WIB hingga jelang tengah malam. Dimeriahkan oleh grup Campursari Kridho Laras dari Universitas Negeri Semarang.

Warga antusias menikmati dari anak-anak hingga orang tua terbukti dengan banyaknya penonton yang hadir.



"Acara pegelaran seni campursari ini kita adakan selain dalam rangka memperingati bulan suro juga sebagai upaya nguri-nguri kabudayan jawi." Jelas bapak Supardi Ketua RT 01 Dukuh Weron.

Sebelumnya juga dilaksanakan tasyakuran selepas Magrib, diikuti warga dengan masing-masing membawa "Asahan" berupa nasi lengkap denga lauk pauk atau berkat, buah dan jajanan ringan.


Acara selesai jelang tengah malam, beberapa warga melanjutkan "melekan" hingga dini hari dengan jagongan ringan.




Penulis:
Achmad Munandar

Foto: 
Paminto dan Nandar

Rabu, 18 Juni 2025

Dari Limbah Menjadi Emas: Pengabdian Laboratorium Produksi Ternak Unggas FPP UNDIP di Kabupaten Rembang

Dari Limbah Menjadi Emas: Pengabdian Laboratorium Produksi Ternak Unggas FPP UNDIP di Kabupaten Rembang

 


kabarpati.my.idPada Hari Rabu, 5 Februari 2025, Laboratorium Produksi Ternak Unggas melalui Departemen Peternakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Kampus PSDKU Undip Kabupaten Rembang. 

Kegiatan ini mengusung tema "Dari Limbah Menjadi Emas: Pengolahan Kotoran Ayam Menjadi Pupuk Kompos Berkualitas di Kabupaten Rembang" dalam rangka mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Tujuan 2, yaitu mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan gizi yang baik, serta meningkatkan pertanian berkelanjutan.

Para peternak diberikan edukasi mengenai pengolahan limbah peternakan menjadi pupuk berkualitas dan bernilai jual. Selain itu, peserta juga diberikan edukasi mengenai digital marketing secara online sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. 


Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari peternak di Kabupaten Rembang, serta tim pengabdian yang terdiri dari staf dosen Laboratorium Produksi Ternak Unggas dan dosen lingkup Departemen Peternakan. Acara ini terlaksana berkat kerja sama antara Dinas Peternakan Kabupaten Rembang, Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. 

Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah sinergi antara akademisi, dinas, dan para peternak sehingga dapat memberikan manfaat yang nyata. Antusiasme para peternak sangat tinggi dalam mengikuti acara ini. Rangkaian kegiatan pengabdian ditutup dengan pemberian bantuan vitamin mineral ternak dan pembagian telur untuk 500 kepala keluarga di sekitar PSDKU Rembang.



Editor:
Achmad Munandar

Minggu, 08 Juni 2025

Komunitas Pemuda Dukuh Weron (WP) dan Ketekputih (PKPL) Lakukan Kolaborasi Keren Pasang Lampu Penerangan Di Punden

Komunitas Pemuda Dukuh Weron (WP) dan Ketekputih (PKPL) Lakukan Kolaborasi Keren Pasang Lampu Penerangan Di Punden

 

kabarpati.my.idTegalharjo, 08 Juni 2025 - Komunitas Pemuda Weron People (WP) dan Pemuda Ketekputih Lingkungan (PKPL) berkolaborasi memasang lampu penerangan di Punden Dukuh Weron-Ketekputih Desa Tegalharjo Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati.

Sebanyak 3 titik lampu di pasang sebelah pojok lor-kulon (utara-bara),  pojok lor-etan (utara-timur) dan pojok kidul-etan (selatan-timur).

Kegiatan berlangsung sejak pagi 08.00 WIB hingga jelang siang hari, diikuti oleh puluhan pemuda dari Dukuh Ketekputih dan Dukuh Weron.

"Hari ini kami dari komunitas pemuda dua dukuh yaitu Weron dan Ketekputih kolaborasi pasang lampu di Punden yang merupakan warisan leluhur sebagai upaya nguri-nguri budaya adiluhung dan agar kawasan Punden terang saat malam hari." Ujar Paminto Ketua Komunitas Weron People.

Hal senada disampaikan oleh Kosasi, Ketua PKPL "Ini merupakan kolaborasi kedua kali antara Komunitas WP dan PKPL, sebelumnya terima kasih sudah membantu pemasangan lampu di RT 12 dan 13, semoga kerjasama dalam hal kebaikan seperti ini bisa terus berlanjut di masa mendatang."

Kegiatan bhakti sosial ini mendapat respon positif dari warga, salah satunya Bapak Herwanto, "Sebagai warga saya apresiasi kegiatan ini, Punden jadi terang di malam hari dan tidak terkesan mistis lagi."

Anggaran yang digunakan berasal dari iuran dua komunitas sehingga tidak membebani masyarakat. Kini Punden yang merupakan tempat biasa digelar Wayang dan seni budaya saat Sedekah Bumi jadi terang benderang di malam hari.

Diharapkan kegiatan sejenis yang melibatkan dua komunitas pemuda dua Dukuh WP (Weron People) dan PKPL (Pemuda Ketekputih Lingkungan) bisa terus berlanjut sebagaimana semboyan "Tunggal Punden, Ayo Kolaborasi Engkang Keren".


Penulis
Achmad Munandar

Minggu, 01 Juni 2025

Peringati Hari Lahir Pancasila, Komunitas Weron People Bagi Bubuk Abate Gratis

Peringati Hari Lahir Pancasila, Komunitas Weron People Bagi Bubuk Abate Gratis

 


Kabarpati.my.idPati, 1 Juni 2025 bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila Komunitas Weron People membagikan Bubuk Abate secara gratis kepada warga Dukuh Weron Desa Tegalharjo Kabupaten Pati Jawa Tengah.

Kegiatan pembagian dilakukan sejak pagi hingga menjelang siang di 6 RT dengan 300 paket bubuk abate. Kegiatan ini dilakukan sebagai respon atas aspirasi masyarakat yang mengeluhkan kembali bermunculannya nyamuk di sekitar Dukuh Weron.

“Pembagian bubuk abate gratis di bulan Juni 2025 ini adalah kali kedua, sebelumnya terlaksana pada Bulan Desember 2024. Bhakti sosial ini kami lakukan sebagai upaya pencegahan agar jentik-jentik nyamuk mati terutama yang berpotensi jadi nyamuk DBD dan Chikungunya ” Ujar Paminto Ketua Komunitas Weron People saat dihubungi media.

Sebagai informasi Abate merupakan obat pembasmi jentik nyamuk yang berbentuk serbuk. Penggunaannya dengan ditaburkan ke dalam penampungan air yang berpotensi jadi sarang nyamuk berkembang biak.

Selain membagikan bubuk abate secara gratis, Komunitas Weron People juga aktif mengkampanyekan kepada warga lewat spanduk yang dipasang di lokasi strategis dan sosialisasi langsung kepada warga untuk selalu menerapkan 3M Plus yaitu menguras dan menyikat tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air dan memanfaatkan limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang) sehingga tidak menjadi sarang nyamuk. 

Program pencegahan penyebaran nyamuk Demam Berdarah Dengue dan Chikungunya lewat pembagian bubuk abate gratis ini direspon positif oleh warga, salah satunya Bapak Sugik, “Terima kasih kepada anggota Weron People yang sudah memberikan bubuk abate sangat bermanfaat bagi saya” kata beliau.

Kegiatan diakhiri dengan kerja bhakti membersihkan sekretariat sekaligus persiapan sebagai tempat parkir saat Sholat Idul Adha akhir pekan nanti.


Penulis
Achmad Munandar 

Selasa, 11 Februari 2025

Mahasiswa KKN UNDIP Buat Peta Rawan Bencana Longsor untuk Kelurahan Puloharjo

Mahasiswa KKN UNDIP Buat Peta Rawan Bencana Longsor untuk Kelurahan Puloharjo

 


Kabarpati.my.idPuloharjo, 5 Februari 2024 - Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana longsor, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro, Gulam Awwal Abdillah dari Program Studi Teknik Geodesi, melaksanakan program bertajuk "Pembuatan Peta Rawan Bencana Longsor" bagi perangkat Kelurahan Puloharjo.

Program ini bertujuan untuk menyediakan peta yang dapat membantu pemerintah kelurahan dalam mengidentifikasi daerah-daerah dengan potensi longsor tinggi, sehingga langkah mitigasi dapat dilakukan dengan lebih tepat sasaran.  

Puloharjo merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi bencana longsor, terutama saat musim hujan. Tanah yang labil serta kondisi geografis tertentu dapat meningkatkan risiko terjadinya pergerakan tanah. Oleh karena itu, pemetaan wilayah rawan longsor menjadi langkah strategis dalam mengurangi dampak bencana, baik terhadap infrastruktur maupun keselamatan warga.  

Dalam program ini, mahasiswa KKN UNDIP melakukan analisis spasial berbasis data geospasial dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kemiringan lereng, jenis tanah, curah hujan, dan penggunaan lahan. Hasil dari pemetaan ini dituangkan dalam sebuah peta rawan bencana longsor, yang nantinya dapat digunakan sebagai referensi oleh pemerintah kelurahan dalam perencanaan pembangunan serta upaya mitigasi bencana.  

Kegiatan ini dilaksanakan pada 5 Februari 2024, dengan melibatkan perangkat Kelurahan Puloharjo sebagai peserta utama. Pelatihan diberikan terkait cara membaca dan memanfaatkan peta rawan bencana, serta langkah-langkah strategis yang dapat diambil berdasarkan informasi dalam peta tersebut.  

Sebagai hasil akhir, sebuah peta rawan bencana longsor diserahkan kepada pemerintah kelurahan sebagai Visualisasi dalam perencanaan mitigasi dan tanggap darurat bencana. Dengan adanya peta ini, diharapkan perangkat kelurahan dapat lebih siap dalam menghadapi ancaman longsor dan dapat memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait daerah rawan serta tindakan yang perlu dilakukan dalam keadaan darurat.  

Melalui program ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya pemetaan wilayah dalam mitigasi bencana dapat semakin meningkat. Selain itu, perangkat kelurahan diharapkan mampu mengembangkan dan memperbarui peta ini secara berkala dengan bantuan teknologi geospasial yang semakin berkembang.  

Kegiatan KKN seperti ini membuktikan bahwa ilmu geodesi dapat berkontribusi langsung dalam penanganan permasalahan lingkungan dan kebencanaan di tingkat lokal. Diharapkan ke depannya, kerja sama antara akademisi dan pemerintah daerah semakin erat dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana.  



Editor:
Achmad Munandar

Senin, 10 Februari 2025

Mahasiswa KKN UNDIP  Membantu Pembuatan Standing Banner dengan Isi Profil Kelurahan Puloharjo

Mahasiswa KKN UNDIP Membantu Pembuatan Standing Banner dengan Isi Profil Kelurahan Puloharjo

 


Kabarpati.my.id - Pada tanggal 5 Februari 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Haristya Bagas Firmansyah  dari Universitas Diponegoro melaksanakan program bertajuk "Pembuatan Standing Banner dengan Isi Profil Kelurahan" di Kelurahan Puloharjo. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat serta perangkat kelurahan mengenai profil dan potensi yang dimiliki oleh Kelurahan Puloharjo.

Program ini melibatkan perangkat kelurahan sebagai target pelaku utama. Mereka berperan aktif dalam proses pembuatan standing banner, mulai dari pengumpulan data, penyusunan informasi, hingga desain akhir banner. Keterlibatan perangkat kelurahan diharapkan dapat meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap informasi yang disampaikan kepada masyarakat.

Standing banner yang dihasilkan dalam program ini memuat berbagai informasi penting mengenai Kelurahan Puloharjo. Informasi tersebut mencakup sejarah kelurahan, visi dan misi, struktur organisasi, potensi wilayah, serta berbagai program dan layanan yang tersedia bagi masyarakat. Dengan adanya standing banner ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengakses informasi yang akurat dan terpercaya mengenai kelurahan mereka.

Proses pembuatan standing banner dimulai dengan tahap pengumpulan data. Mahasiswa KKN bekerja sama dengan perangkat kelurahan untuk mengumpulkan berbagai informasi yang relevan. Data yang diperoleh kemudian disusun dan diolah menjadi konten yang informatif dan menarik. Setelah itu, mahasiswa KKN bersama perangkat kelurahan merancang desain banner yang menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Pada hari pelaksanaan program, mahasiswa KKN dan perangkat kelurahan bekerja sama untuk mencetak dan memasang standing banner di beberapa lokasi strategis di Kelurahan Puloharjo. Lokasi pemasangan dipilih berdasarkan tingkat aksesibilitas dan visibilitas, sehingga informasi yang disampaikan dapat menjangkau masyarakat secara luas.

Program ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk perangkat kelurahan dan masyarakat setempat. Lurah Puloharjo, Bapak Stefanus Pramono yang diwakili oleh pak wahyu, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif mahasiswa KKN dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai profil kelurahan. Beliau berharap program serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Selain itu, program ini juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa KKN. Mereka belajar bekerja sama dengan berbagai pihak, mengembangkan keterampilan komunikasi dan desain, serta memahami pentingnya peran informasi dalam pembangunan masyarakat. Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi mereka dalam menghadapi tantangan di masa depan.

Secara keseluruhan, program "Pembuatan Standing Banner dengan Isi Profil Kelurahan" di Kelurahan Puloharjo berjalan dengan sukses dan mencapai tujuan yang diharapkan. Standing banner yang dihasilkan tidak hanya menjadi media informasi, tetapi juga simbol kolaborasi antara mahasiswa KKN dan perangkat kelurahan dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat Kelurahan Puloharjo dapat lebih mengenal dan memahami potensi serta layanan yang tersedia di kelurahan mereka. Semoga program ini dapat menjadi inspirasi bagi kelurahan lain untuk melakukan inisiatif serupa dalam rangka meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat.



Editor:
Achmad Munandar
Mahasiswa KKN TIM I Universitas Diponegoro Tahun 2025 Bantu Perangkat Desa Gondang, Kabupaten Klaten dalam Pembuatan Peta Persebaran Bak Sampah Komunal dan Rute Pengangkutan Sampah, Sekaligus Perhitungan Timbulan Sampah

Mahasiswa KKN TIM I Universitas Diponegoro Tahun 2025 Bantu Perangkat Desa Gondang, Kabupaten Klaten dalam Pembuatan Peta Persebaran Bak Sampah Komunal dan Rute Pengangkutan Sampah, Sekaligus Perhitungan Timbulan Sampah




Kabarpati.my.idGondang, 23 Januari 2025 – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Tahun 2025 melaksanakan program yang sangat penting bagi pengelolaan lingkungan di Desa Gondang, Kabupaten Klaten. Pada hari ini, Raihan Harits Zhafran jurusan S-1 Perencanaan Wilayah dan Kota salah satu anggota tim KKN melakukan pembuatan rekomendasi peta persebaran bak sampah dan rute pengangkutan sampah, serta proyeksi penduduk dan perhitungan timbulan sampah hingga tahun 2045. Melalui program kerja ini, Tim KKN Universitas Diponegoro memiliki beberapa tujuan utama:

1. Menciptakan peta persebaran bak sampah yang strategis berdasarkan kepadatan populasi, guna memastikan aksesibilitas dan efisiensi dalam pengumpulan sampah.

2. Mengidentifikasi rute pengangkutan sampah yang optimal, sehingga proses pengangkutan bisa lebih cepat dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

3. Melakukan proyeksi jumlah penduduk dan perhitungan timbulan sampah, sehingga pemerintah desa bisa mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan dalam pengelolaan sampah di masa depan.

Acara dimulai dengan penjelasan dan diskusi yang melibatkan Kepala Desa Gondang, perangkat desa, serta warga setempat. Dalam sesi ini, tim KKN mempresentasikan hasil analisis mereka mengenai persebaran bak sampah yang strategis berdasarkan kepadatan populasi. "Dengan peta ini, kami berharap dapat memastikan aksesibilitas dan efisiensi dalam pengumpulan sampah, sehingga tidak ada lagi titik-titik yang terabaikan," ungkap Raihan.
 
Selain itu, tim KKN juga mengidentifikasi rute pengangkutan sampah yang optimal. "Kami telah melakukan analisis untuk menentukan rute yang paling efisien, sehingga proses pengangkutan bisa lebih cepat dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan," tambah Raihan.

Dalam kesempatan ini, tim KKN juga mempresentasikan proyeksi jumlah penduduk Desa Gondang hingga tahun 2045, serta perhitungan timbulan sampah yang dihasilkan. Data ini sangat penting bagi pemerintah desa untuk mempersiapkan langkah-langkah pengelolaan sampah yang lebih baik di masa depan. "Dengan mengetahui proyeksi penduduk dan timbulan sampah, kami bisa merencanakan infrastruktur dan sistem pengelolaan yang lebih efektif," jelas Bapak Susanto, Kepala Desa Gondang.
 

Sebagai bagian dari program ini, tim KKN menyerahkan media poster dan soft file data excel yang berisi perhitungan proyeksi penduduk dan timbulan sampah kepada Kepala Desa. Penyerahan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah desa dalam mengambil keputusan terkait pengelolaan sampah.

Tim KKN juga mengacu pada beberapa standar nasional Indonesia (SNI) yang relevan, seperti SNI 19-3964-1994 mengenai metode pengambilan dan pengukuran contoh timbulan dan komposisi sampah perkotaan, SNI 19-2454-2002 mengenai tata cara teknik operasional pengelolaan sampah perkotaan, dan SNI 3242:2008 tentang pengelolaan sampah di permukiman. "Kami ingin memastikan bahwa semua rekomendasi yang kami berikan sesuai dengan standar yang berlaku, sehingga dapat diimplementasikan dengan baik," tambah Raihan. 
 

Kegiatan ini diakhiri dengan harapan bahwa kolaborasi antara Universitas Diponegoro dan masyarakat Desa Gondang dapat terus berlanjut, demi terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Dengan adanya peta persebaran bak sampah dan rute pengangkutan yang jelas, diharapkan Desa Gondang dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan pengelolaan sampah di masa depan.



Penulis: 
Raihan Harits Zhafran

Editor:
Achmad Munandar

Sabtu, 11 Januari 2025

Griya Peradaban Gelar Kuliah Alternatif ke IX Dengan Tema Literacy and Civilization

Griya Peradaban Gelar Kuliah Alternatif ke IX Dengan Tema Literacy and Civilization



kabarpati.my.id -  Perkumpulan Griya Peradaban menggelar kuliah Alternatif ke IX dengan agenda diskusi "Literacy and Civilization" melalui Zoom Meeting pada Sabtu (11/01/2025)

Ma'as Shobirin selaku pendiri griya peradaban menyampaikan, kegiatan ini rutin di laksanakan tiap tahun sekali, di ikuti oleh para pegiat dan peserta kuliah Alternatif, dan merupakan ruang kolaborasi dan komunikasi antar pegiat griya peradaban. Menghadirkan pemateri-pemateri terbaik.

"Melalui kegiatan ini  teman-teman dapat menambah pengetahuan. Harapan saya supaya nanti teman-teman bisa komunikasi dengan narasumber. Insyaallah kegiatan ini di isi oleh orang-orang baik", ujarnya.

Pemateri pertama M. Andi Hakim Founder GISAF Cirebon menyampaikan, Literasi adalah kemampuan untuk mengidentifikasi, memahami, menafsirkan, membuat, mengkomunikasikan dan menghitung menggunakan bahan tertulis atau cetak dalam berbagai konteks. Mulailah membaca buku dari topik yang di sukai. Menulis adalah hal yang mungkin di lakukan, bahan untuk memproduksi gagasan ada dimana-mana.

"Kita sering mengira ingin menjadi kaya raya padahal kaya karya juga penting.  Pemuda Indonesia itu tidak hanya baperan tapi juga harus berperan. Jangan hanya bermain media sosial saja tapi desain media sosial kita dengan hal-hal positif juga memotivasi. Jika ingin mendapatkan sesuatu yang belum pernah di dapatkan sebelumnya maka lakukan sesuatu yang belum pernah di lakukan sebelumnya. Dengan menjadi pribadi literat kita bukan hanya memahami tapi mempunyai nalar kritis. Ketika selesai membaca langsung munculkan satu tulisan" jelasnya.

Aktivis Forum Komunikasi Pontren Zaki Mubarok selaku pemateri kedua menyampaikan, Peradaban merupakan tingkat kemajuan sosial, budaya dan ekonomi suatu masyarakat. Modernisasi menyimpan kekuatan dalam membangun masyarakat menyelesaikan masalah dengan cara efektif. 

"Zaman sekarang tidak seperti dulu. Sekarang loncatanya semakin tinggi. Peradabannya sampai sejauh itu. Kita harus menjadi objek dalam peradaban, bangun kegiatan-kegiatan yang membangun seperti kuliah Alternatif" jelasnya.

Jumat, 03 Januari 2025

Dapat Keluhan Jalan Gelap Saat Malam Hari, Komunitas Weron People Pasang Lampu Untuk Warga

Dapat Keluhan Jalan Gelap Saat Malam Hari, Komunitas Weron People Pasang Lampu Untuk Warga



Kabarpati.my.id - Pati 3 Januari 2025, Komunitas Pemuda Weron People lanjutkan program pemasangan lampu penerangan jalan menuju Masjid di RT 03 Dukuh Weron Desa Tegalharjo Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati.

Ada dua titik yang dipasang lampu yaitu jalan utama menuju Masjid Al Mujahidin di sebelah utara jembatan tepat di depan rumah Ibu Salamah dan di tikungan RT 03 tepat di pojokan mas Nur Imam.

Kali ini lampu yang digunakan berjenis Floodlight LED atau lampu sorot 50 watt dan 100 watt dengan pertimbangan hemat energi, nyala terang dan keawetan. Saklar menggunakan jenis otomatis Photo Cell yang bisa menyala saat matahari terbenam sehingga warga tidak perlu repot menghidupkan dan mematikan secara manual.

Pelaksanaan program kerja bakti sosial pemasangan lampu penerangan jalan menuju masjid ini mendapat respon positif dari warga, seperti disampaikan oleh Mas Sronto, "Kami berterima kasih kepada teman-teman dari Komunitas Pemuda Weron People karena telah bersedia bekerjasama dengan warga membantu mewujudkan pemasangan lampu di pertigaan RT 03 dan pinggir jalan menuju masjid sehingga saat malam hari tidak gelap gulita lagi" tuturnya.

Hal senada disampaikan warga lain, "Mewakili warga RT 03, terima kasih untuk semua yang terlibat khususnya tim Weron People. Semoga hal-hal yang baik ini terus berkelanjutan. Weron People bersama kita bisa" ungkap mas Nur Imam warga RT 03 Weron.

Sementara itu Paminto ketua Komunitas Weron People menyampaikan bahwa sejauh ini sudah terlaksana 4 titik lampu penerangan jalan menuju Masjid Al Mujahidin, 1 menuju Mushola Al Hikmah, 2 titik hasil kolaborasi dengan RT 02 dan 1 titik kerjasama dengan RT 03.

"Untuk lampu penerangan jalan menuju masjid rencananya akan ada 1 titik lagi di sebelah selatan menuju masjid dan kami terbuka untuk semua kalangan masyarakat yang ingin mendukung program-program kami demi Dukuh Weron yang lebih baik lagi" jelasnya saat ditanya media.

Sejak didirikan bulan Oktober 2024 lalu, Komunitas Weron People memang aktif sekali dalam berbagai kegiatan sosial untuk Dukuh Weron, bagi pembaca yang ingin kenal lebih dekat bisa mengunjungi website resmi mereka di alamat: https://www.weronpeople.my.id.




Penulis
Achmad Munandar

Sabtu, 28 Desember 2024

Kolaborasi Dengan Pemdes Tegalharjo, Komunitas Weron People Lakukan Fogging di RT 06 Dukuh Weron Trangkil Pati

Kolaborasi Dengan Pemdes Tegalharjo, Komunitas Weron People Lakukan Fogging di RT 06 Dukuh Weron Trangkil Pati


Campusnesia.co.id - Pati 28 Desember 2024. Komunitas Pemuda Weron People melakukan fogging di RT 06 RW 05 Dukuh Weron Desa Tegalharjo Trangkil Pati sebagai upaya memutus rantai penyebaran nyamuk Demam Berdarah Dengue dan Cikungunya di wilayah tersebut.

Kegiatan dilakukan mulai jam 08.00 WIB hingga menjelang siang oleh tim fogging dari komunitas pemuda Weron People setidaknya sebanyak 50 rumah telah disusuri hingga sela-sela sempit yang mungkin jadi sarang nyamuk.

Sebagai informasi Fogging adalah tindakan pengasapan dengan bahan pestisida yang bertujuan untuk membunuh nyamuk secara luas.

"Fogging hari ini merupakan langkah cepat tanggap dari komunitas Weron People setelah mendapat laporan bahwa ada warga yang positif DBD dan Cikungunya. Kegiatan ini gratis sebagai bagian dari upaya memutus penyebaran penyakit dan bhakti sosial kami untuk warga Dukuh Weron" ungkap Paminto ketua komunitas Weron People saat ditanya media.

Sebelumnya komunitas pemuda Weron People jauh-jauh hari juga sudah melakukan sosialisasi dengan memasang banner di beberapa titik di Dukuh Weron agar masyarakat waspada dengan DBD karena musim hujan telah tiba, tidak hanya itu pada tanggal 8 Desember juga sudah dibagi bubuk abate gratis sebagai bagian dari upaya pencegahan.

Turut hadir dalam kegiatan fogging hari ini pihak dari Pemerintah Desa Tegalharjo yaitu Bapak Pandoyo selaku Kepala Desa mengikuti proses dari awal hingga masuk ke lorong rumah warga di RT 06 Dukuh Weron.

"Kami berterima kasih kepada rekan-rekan pemuda dari Weron People atas inisiatifnya melakukan fogging, untuk masyarakat khususnya warga Weron dan Tegalharjo pada umumnya kami berpesan jagalah kebersihan lingkungan agar terhindar dari nyamuk DBD dan Cikungunya." pesan Bapak Pandoyo Kepada Desa Tegalharjo.



Penulis:
Achmad Munandar

Foto:
Wisnu

Kuliner

[Kuliner][recentbylabel2]

Acara

[Acara][recentbylabel2]
Notification
Sugeng rawuh selamat membaca.
Done