Kabarpati.my.id - Semarang, 10 Agustus 2025 - Mahasiswa KKN UNDIP Tim 137 melaksanakan kegiatan edukasi pengolahan batang serai menjadi disinfektan ramah lingkungan pada 21 Juni 2025 di RW 08 Kelurahan Panggung Lor, Kota Semarang. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan praktis kepada warga mengenai pemanfaatan bahan alami yang aman bagi kesehatan sekaligus bernilai ekonomis.
Kegiatan diawali dengan demonstrasi pembuatan disinfektan dari batang serai oleh Aufa Fadhil Maulana (Fakultas Peternakan dan Pertanian) bersama David Johnatan Pangemanan (Fakultas Teknik – Teknik Industri). Dalam sesi ini, David mengintegrasikan prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada setiap tahap proses, mulai dari persiapan bahan hingga pencampuran akhir. Aufa menjelaskan manfaat penggunaan bahan alami yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan, sekaligus menampilkan teknik pengolahan yang praktis. Warga turut serta mengamati setiap langkah secara langsung untuk memastikan pemahaman yang baik. Kolaborasi keduanya menunjukkan bagaimana aspek teknis dan aspek keamanan dapat berjalan seiring. Demonstrasi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab dari peserta.
Sesi berikutnya dibawakan oleh Muhammad Akhlis Ananta (Fakultas Teknik – Teknik Mesin) yang membahas perhitungan energi terpakai dalam proses produksi. Ananta memaparkan metode menghitung konsumsi energi, khususnya pada tahap perebusan serai yang memerlukan daya panas signifikan. Ia juga menjelaskan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) sebagai dasar penentuan harga jual yang wajar. Materi disampaikan menggunakan contoh nyata dari hasil produksi disinfektan yang dibuat di lokasi. Warga diperkenalkan pada konsep efisiensi energi untuk menekan biaya operasional. Penjelasan teknis ini membantu peserta memahami hubungan antara penggunaan energi dan pengeluaran produksi.
Rahmawati Panca Amalia (FISIP - Administrasi Bisnis) melanjutkan dengan sosialisasi perhitungan Break Even Point (BEP) untuk menentukan titik impas usaha. Rahma menjabarkan komponen biaya yang memengaruhi BEP, mulai dari komponen biaya tetap dan biaya variabel. Ia mengajak warga melakukan simulasi harga jual berdasarkan data HPP yang sudah dijelaskan sebelumnya. Simulasi perhitungan margin keuntungan juga dilakukan untuk memberi gambaran potensi laba. Materi ini dirancang agar mudah dipahami oleh warga. Warga terlihat antusias karena perhitungannya dapat langsung diaplikasikan.
Di sela kegiatan, Najwania Manika Widyadhari (Sekolah Vokasi – Informasi dan Humas) membagikan leaflet berisi ajakan untuk memanfaatkan bahan alami demi menjaga kebersihan lingkungan. Leaflet dirancang dengan desain menarik dan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh semua kalangan. Isinya mencakup ringkasan manfaat serai dan tips penggunaannya sebagai disinfektan. Najwania memastikan setiap peserta mendapatkan leaflet sebagai pegangan di rumah. Media ini berfungsi sebagai pengingat dan panduan praktis setelah kegiatan selesai. Upaya ini juga memperkuat aspek edukasi yang
menjadi tujuan utama program.
Catelia Risma Diyanti (Sekolah Vokasi – Informasi dan Humas) menambah dukungan visual dengan membuat mini standing banner berisi informasi edukasi pentingnya disinfektan serai. Banner ditempatkan di titik strategis lokasi kegiatan sehingga dapat dibaca oleh warga yang hadir maupun yang melintas. Desainnya memadukan teks singkat dan ilustrasi untuk memudahkan pemahaman. Kontennya menekankan keunggulan serai sebagai bahan baku pembersih alami. Media ini membantu menyebarluaskan informasi secara visual dan menarik. Banner juga diharapkan dapat digunakan kembali pada kegiatan serupa.
Kontribusi visual lainnya datang dari Muhammad Mada Novarianto (Fakultas Teknik-Teknik Industri) yang membuat poster ringkas mengenai langkah-langkah pembuatan disinfektan serai. Poster tersebut menampilkan ilustrasi tahap demi tahap secara jelas. Kontennya disusun berdasarkan proses yang didemonstrasikan sebelumnya oleh Aufa dan David. Mada memastikan setiap informasi disajikan akurat agar warga bisa menirukan proses di rumah. Poster ini juga dilengkapi tips penyimpanan agar produk tetap efektif. Keberadaan media ini menjadi pelengkap penyebaran informasi yang efektif.
Risma Lusiana Febriyanti (FISIP – Administrasi Publik) membuat poster khusus yang memuat manfaat batang serai untuk disinfektan dan tata cara pembuatannya. Informasi pada poster disusun secara terstruktur dengan dukungan ilustrasi yang sederhana namun informatif. Risma menekankan bahwa batang serai mudah didapat di lingkungan sekitar dan memiliki efektivitas tinggi sebagai bahan pembersih. Konten ini mendorong warga untuk memanfaatkan potensi lokal yang murah namun bermanfaat besar. Poster dipasang di area yang mudah diakses oleh warga selama kegiatan berlangsung. Langkah ini menjadi bagian dari edukasi publik yang aplikatif.

Seluruh rangkaian kegiatan mencerminkan kolaborasi lintas disiplin yang kuat. Mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi memadukan keahlian teknis, analisis bisnis, strategi komunikasi, dan edukasi publik. Pendekatan ini membuat warga memperoleh pemahaman yang lengkap, mulai dari teknik pembuatan hingga peluang pemanfaatan secara ekonomi. Kombinasi teori dan praktik membuat materi lebih mudah diterima oleh masyarakat. Setiap peran dijalankan sesuai kompetensi akademik masing masing anggota tim.
Kegiatan edukasi yang diselenggarakan oleh Mahasiswa KKN UNDIP Tim 137 ini menghadirkan pengalaman belajar yang menyeluruh dan bermakna bagi warga RW 08 Kelurahan Panggung Lor. Melalui kolaborasi lintas disiplin yang kuat, warga tidak hanya mendapatkan pengetahuan teknis tentang pembuatan disinfektan ramah lingkungan dari batang serai, tetapi juga pemahaman mendalam mengenai aspek keamanan, efisiensi energi, serta manajemen bisnis yang dapat mendukung keberlanjutan produk ini. Pendekatan yang interaktif dan aplikatif sukses membangkitkan semangat partisipasi warga dalam mengadopsi praktik hidup sehat dan berkelanjutan.
Dengan bekal ilmu yang komprehensif dan media edukasi yang mendukung, warga kini lebih siap untuk menerapkan pembuatan disinfektan alami secara mandiri sekaligus membuka kesempatan usaha yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis. Keberhasilan program ini mencerminkan sinergi positif antara akademisi dan masyarakat, yang dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lain dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi lokal. Inovasi sederhana dari batang serai ini membuktikan betapa potensi sumber daya alam di sekitar kita dapat menjadi solusi konkret bagi tantangan kebersihan dan kesehatan masyarakat.
Editor:
Achmad Munandar