kabarpati.my.id: Berita
Kabar Terbaru
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Agustus 2025

Sambut HUT RI Ke 80, Komunitas Weron People Pasang Lampu Penerangan Di Perbatasan Dukuh Weron Tegalharjo

Sambut HUT RI Ke 80, Komunitas Weron People Pasang Lampu Penerangan Di Perbatasan Dukuh Weron Tegalharjo

 


Kabarpati.my.idPati, 16 Agustus 2025 – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke 80 tahun, Komunitas Weron People memasang lampu penerangan jalan di perbatasan dukuh. Sebanyak dua titik lampu dipasang tepatnya di sebelah selatan berbatasan dengan Dukuh Kethekputih dan di sebelah utara berbatasan dengan Desa Tanjungrejo.

Kegiatan berlangsung sejak pagi hingga menjelang siang diikuti oleh puluhan anggota komunitas dengan penuh semangat.

“Program pasang lampu hari ini dalam rangka menyambut HUT RI ke 80, dana yang kami gunakan murni dari donasi masyarakat dan laporannya bisa dipantau bersama lewat website kami www.weronpeople.my.id” ungkap Paminto ketua Komunitas Weron People.

Antusias warga Dukuh Weron sangat mendukung kegiatan ini terbukti dengan donasi yang diberikan baik dalam bentuk uang maupun konsumsi berupa makanan, camilan dan minuman.

“Kami sangat senang dengan program teman-teman WP ini karena tikungan jalan di ujung Dukuh Weron selah selatan kini jadi terang kembali” kata bapak Sronto warga RT 03 yang biasa melalui jalan tersebut.

Hal senada disampaikan oleh Sunetro, warga RT 01 di ujung sebelah utara Dukuh Weron yang berbatasan dengan Desa Tanjungrejo, “Alhamdulillah kini perbatasan Weron jadi terang, sebelumnya agak serem ya kalau lewat perbatasan ini,” ungkapnya saat ditanya media.

Sebelumnya Komunitas Weron people dalam rangka memeriahkan bulan Agustus yang identik dengan nuansa semangat kemerdekaan juga memasang umbul-umbul dan mengecat marka jalan utama Dukuh Weron.

Diharapkan dengan kegiatan-kegiatan positif seperti ini, peringatan 17 Agustus sebagai hari Kemerdekan Republik Indonesia bisa momen bagi generasi muda dalam meneladani dan meruskan perjuangan para pahlawan dengan berusaha membawa kemajuan bagi lingkungan terdekatnya yaitu di dukuh masing-masing.


Penulis:
Achmad Munandar

Minggu, 10 Agustus 2025

Mahasiswa KKN UNDIP TIM 137 Olah Batang Serai Jadi Desinfektan Ramah Lingkungan Pada RW 08 Kelurahan Panggung Lor

Mahasiswa KKN UNDIP TIM 137 Olah Batang Serai Jadi Desinfektan Ramah Lingkungan Pada RW 08 Kelurahan Panggung Lor

 


Kabarpati.my.idSemarang, 10 Agustus 2025 - Mahasiswa KKN UNDIP Tim 137 melaksanakan kegiatan edukasi pengolahan batang serai menjadi disinfektan ramah lingkungan pada 21 Juni 2025 di RW 08 Kelurahan Panggung Lor, Kota Semarang. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan praktis kepada warga mengenai pemanfaatan bahan alami yang aman bagi kesehatan sekaligus bernilai ekonomis.

Kegiatan diawali dengan demonstrasi pembuatan disinfektan dari batang serai oleh Aufa Fadhil Maulana (Fakultas Peternakan dan Pertanian) bersama David Johnatan Pangemanan (Fakultas Teknik – Teknik Industri). Dalam sesi ini, David mengintegrasikan prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada setiap tahap proses, mulai dari persiapan bahan hingga pencampuran akhir. Aufa menjelaskan manfaat penggunaan bahan alami yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan, sekaligus menampilkan teknik pengolahan yang praktis. Warga turut serta mengamati setiap langkah secara langsung untuk memastikan pemahaman yang baik. Kolaborasi keduanya menunjukkan bagaimana aspek teknis dan aspek keamanan dapat berjalan seiring. Demonstrasi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab dari peserta.

Sesi berikutnya dibawakan oleh Muhammad Akhlis Ananta (Fakultas Teknik – Teknik Mesin) yang membahas perhitungan energi terpakai dalam proses produksi. Ananta memaparkan metode menghitung konsumsi energi, khususnya pada tahap perebusan serai yang memerlukan daya panas signifikan. Ia juga menjelaskan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) sebagai dasar penentuan harga jual yang wajar. Materi disampaikan menggunakan contoh nyata dari hasil produksi disinfektan yang dibuat di lokasi. Warga diperkenalkan pada konsep efisiensi energi untuk menekan biaya operasional. Penjelasan teknis ini membantu peserta memahami hubungan antara penggunaan energi dan pengeluaran produksi.

Rahmawati Panca Amalia (FISIP - Administrasi Bisnis) melanjutkan dengan sosialisasi perhitungan Break Even Point (BEP) untuk menentukan titik impas usaha. Rahma menjabarkan komponen biaya yang memengaruhi BEP, mulai dari komponen biaya tetap dan biaya variabel. Ia mengajak warga melakukan simulasi harga jual berdasarkan data HPP yang sudah dijelaskan sebelumnya. Simulasi perhitungan margin keuntungan juga dilakukan untuk memberi gambaran potensi laba. Materi ini dirancang agar mudah dipahami oleh warga. Warga terlihat antusias karena perhitungannya dapat langsung diaplikasikan.

Di sela kegiatan, Najwania Manika Widyadhari (Sekolah Vokasi – Informasi dan Humas) membagikan leaflet berisi ajakan untuk memanfaatkan bahan alami demi menjaga kebersihan lingkungan. Leaflet dirancang dengan desain menarik dan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh semua kalangan. Isinya mencakup ringkasan manfaat serai dan tips penggunaannya sebagai disinfektan. Najwania memastikan setiap peserta mendapatkan leaflet sebagai pegangan di rumah. Media ini berfungsi sebagai pengingat dan panduan praktis setelah kegiatan selesai. Upaya ini juga memperkuat aspek edukasi yang
menjadi tujuan utama program.

Catelia Risma Diyanti (Sekolah Vokasi – Informasi dan Humas) menambah dukungan visual dengan membuat mini standing banner berisi informasi edukasi pentingnya disinfektan serai. Banner ditempatkan di titik strategis lokasi kegiatan sehingga dapat dibaca oleh warga yang hadir maupun yang melintas. Desainnya memadukan teks singkat dan ilustrasi untuk memudahkan pemahaman. Kontennya menekankan keunggulan serai sebagai bahan baku pembersih alami. Media ini membantu menyebarluaskan informasi secara visual dan menarik. Banner juga diharapkan dapat digunakan kembali pada kegiatan serupa.

Kontribusi visual lainnya datang dari Muhammad Mada Novarianto (Fakultas Teknik-Teknik Industri) yang membuat poster ringkas mengenai langkah-langkah pembuatan disinfektan serai. Poster tersebut menampilkan ilustrasi tahap demi tahap secara jelas. Kontennya disusun berdasarkan proses yang didemonstrasikan sebelumnya oleh Aufa dan David. Mada memastikan setiap informasi disajikan akurat agar warga bisa menirukan proses di rumah. Poster ini juga dilengkapi tips penyimpanan agar produk tetap efektif. Keberadaan media ini menjadi pelengkap penyebaran informasi yang efektif.

Risma Lusiana Febriyanti (FISIP – Administrasi Publik) membuat poster khusus yang memuat manfaat batang serai untuk disinfektan dan tata cara pembuatannya. Informasi pada poster disusun secara terstruktur dengan dukungan ilustrasi yang sederhana namun informatif. Risma menekankan bahwa batang serai mudah didapat di lingkungan sekitar dan memiliki efektivitas tinggi sebagai bahan pembersih. Konten ini mendorong warga untuk memanfaatkan potensi lokal yang murah namun bermanfaat besar. Poster dipasang di area yang mudah diakses oleh warga selama kegiatan berlangsung. Langkah ini menjadi bagian dari edukasi publik yang aplikatif.


Seluruh rangkaian kegiatan mencerminkan kolaborasi lintas disiplin yang kuat. Mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi memadukan keahlian teknis, analisis bisnis, strategi komunikasi, dan edukasi publik. Pendekatan ini membuat warga memperoleh pemahaman yang lengkap, mulai dari teknik pembuatan hingga peluang pemanfaatan secara ekonomi. Kombinasi teori dan praktik membuat materi lebih mudah diterima oleh masyarakat. Setiap peran dijalankan sesuai kompetensi akademik masing masing anggota tim.

Kegiatan edukasi yang diselenggarakan oleh Mahasiswa KKN UNDIP Tim 137 ini menghadirkan pengalaman belajar yang menyeluruh dan bermakna bagi warga RW 08 Kelurahan Panggung Lor. Melalui kolaborasi lintas disiplin yang kuat, warga tidak hanya mendapatkan pengetahuan teknis tentang pembuatan disinfektan ramah lingkungan dari batang serai, tetapi juga pemahaman mendalam mengenai aspek keamanan, efisiensi energi, serta manajemen bisnis yang dapat mendukung keberlanjutan produk ini. Pendekatan yang interaktif dan aplikatif sukses membangkitkan semangat partisipasi warga dalam mengadopsi praktik hidup sehat dan berkelanjutan.

Dengan bekal ilmu yang komprehensif dan media edukasi yang mendukung, warga kini lebih siap untuk menerapkan pembuatan disinfektan alami secara mandiri sekaligus membuka kesempatan usaha yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis. Keberhasilan program ini mencerminkan sinergi positif antara akademisi dan masyarakat, yang dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lain dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi lokal. Inovasi sederhana dari batang serai ini membuktikan betapa potensi sumber daya alam di sekitar kita dapat menjadi solusi konkret bagi tantangan kebersihan dan kesehatan masyarakat.



Editor:
Achmad Munandar

Sabtu, 09 Agustus 2025

Bupati Pati Sudewo Batalkan Kebijakan Kenaikan Pajak PBB-P2 250% Yang Sudah Membayar Akan Dikembalikan

Bupati Pati Sudewo Batalkan Kebijakan Kenaikan Pajak PBB-P2 250% Yang Sudah Membayar Akan Dikembalikan

 


Kabarpati.my.id - Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Pati yang selama beberapa minggu ini dihebohkan dengan kebijakan Bupati Pati Sudewo yang menaikkan pajak PBB-P2 hingga 250%.

Hari ini, Jumat 08 Agustus 2025 mengutip video yang diposting oleh akun facebook Patinews, Bupati Pati Sudewo menyatakan bahwa kebijakan kenaikan pajak PBB-P2 tahun 2025 dibatalkan, masyarakat akan membayar pajak sesuai nominal tahun 2024, bagi yang sudah terlanjur membayar lunas pajak 2025 uangnya akan dikembalikan.



Berikut kutipan lengkap pernyataan dari video tersebut:

"Assalamu'alaikum wrwb, bapak ibu sekalian warga kabupaten Pati yang saya hormati dan saya banggakan. Saya didampingi bapak Kajari, bapak Komandan Kodim 0718, Bapak Kapolresta ingin menyampaikan bahwa: mencermati perkembangan situasi dan kondisi juga mengakomodir aspirasi yang berkembang Saya memutuskan kebijakan kenaikan PBB-P2 saya Batalkan, untuk menciptakan situasi aman dan kondusif dan dalam rangka memperlancar ekonomi dan pembangunan Kabupaten Pati.

Saya sampaikan berarti pembayaran pajaknya, akan kembali seperti semula yaitu seperti pada tahun 2024. Bagi yang sudah terlanjur membayar uang sisanya itu akan dikembalikan oleh pemerintah yang akan diatur teknisnya oleh BPKAD dan oleh kepala desa.

Saya sampaikan pula, bahwa saya tetap akan konsisten membangun Kabupaten Pati secara maksimal, melayani masyakarakat kabupaten Pati secara maksimal setulus-tulusnya. Jadi ini murni dalam rangka menciptakan situasi yang kondusif dan juga tidak ada perubahan sikap dari saya, saya tetap tulus ikhlas untuk masyarakat Kabupaten Pati semuanya tidak ada yang saya bedakan. Maksimal pembangunan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. 

Demikian yang saya sampaikan bila ada sesuatu yang kurang berkenan selama ini Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kita kompak solid gotong royong membangun kabupaten Pati, demi kabutaten Pati maju, Kabupaten Pati kita cintai bersama.

Wassalamu'alaikum wrwb"


Sebelumnya ramai di media sosial facebook pada Selasa tanggal 5 Agustus terjadi perdebatan antara warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu yang sedang menggalang donasi di depan kantor bupati dengan Satpol PP yang hendak menyita air minum donasi masyarakat untuk demo yang akan digelar pada tanggal 13 Agustus 2025 nanti terkait kebijakan Bupati Pati Sudewo yang menaikkan pajak PBB-P2 hingga 250%.



Sumber video: Akun Facebook Patinews


===
Baca Juga:

Rabu, 06 Agustus 2025

Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (ASPIRASI) Akan Ikut Demo 13 Agustus 2025

Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (ASPIRASI) Akan Ikut Demo 13 Agustus 2025

 



Kabarpati.my.id - Satu lagi unsur masyarakat akan bergabung dengan demo tanggal 13 Agustus di Pati. Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (ASPIRASI) yang diketuai oleh Sahal Mahfudh menyatakan sudah menyampaikan pemberitahuan secara resmi kepada Polresta Pati. Ia menegaskan bahwa aksi ini akan berlangsung damai dan tanpa unsur anarkis.

Selain protes terhadap kebijakan kenaikan PBB-P2 yang memberatkan masyarakat, Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (ASPIRASI) juga akan menyampaikan aspirasi tentang penolakan kebijakan sekolah 5 hari yang membuat siswa pulang sekolah hingga sore hari dan tidak ada waktu mengikuti kegiatan TPQ dan Madrasah Diniyah.

Sahal lewat akun facebooknya menuliskan:

Bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini, Rabu dimana Gusti Allah menciptakan cahaya, 06 Agustus 2025, kami menyerahkan surat pemberitahuan aksi ASPIRASI (Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi) ke Polresta Pati. Semoga ini masuk dalam kategori perjuangan dalam hadits Kanjeng Nabi Muhammad صلى الله على محمد 

أنَّ النَّبِيَّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ: أَيُّ الجِهَادِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: كَلِمَةُ حَقٍّ عِندَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ.
Bahwasanya Kanjeng Nabi Muhammad ﷺ ditanya: "Jihad apa yang paling utama?" Beliau menjawab: "(Menyampaikan) Ucapan kebenaran di hadapan penguasa yang zalim."

Kami menghormati para pemimpin, sebagai sesama manusia dan warga Indonesia. Tetapi, kami tidak menyukai tindakan-tindakan korup, kedzaliman dan kesewenang-wenangan. Tindakan semacam ini harus dilawan. Semoga usaha ini diridhai dan diberkahi Gusti Allah. Semoga juga aksi 13 Agustus 2025 Rabu depan di Alun-Alun Pati berjalan kondusif, aman, nyaman, tuntutan rakyat bisa diterima dan dijalankan, para pemimpin diberikan amanah, adil dan welas asih kepada rakyatnya. Amin ya Rabb.


Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Akan Gelar Demo Tanggal 13 Agustus 2025 Terkait Kenaikan  PBB-P2 250 Persen

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Akan Gelar Demo Tanggal 13 Agustus 2025 Terkait Kenaikan PBB-P2 250 Persen

 



Kabarpati.my.id - Warga dari berbagai penjuru akan bersatu dalam aksi demo pada 13 Agustus 2025, menyuarakan penolakan keras terhadap rencana kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang meroket hingga 250 persen. 

Hingga tanggal 6 Agustus 2025 terpantau posko penggalangan donasi berada di depan kantor Bupati menerima donasi masyarakat silih berganti. Ratusan dus berisi air mineral datang sebagai bentuk dukungan dari masyarakat, selain itu juga ada donasi berupa mie instan, makanan ringan hingga telur busuk yang akan digunakan saat demo pada tanggal 13 Agustus 2025 nanti.

Seorang warga berinisial AM yang tak mau disebut namanya mengungkapkan kenaikan PBB-P2 ini memang sangat memberatkan, "Tahun 2024 lalu, saya hanya membayar 34.000 tapi tahun 2025 ini naik jadi Rp134.000 jadi sangat memberatkan ditambah tidak ada sosialisasi sebelumnya." ungkapnya.


Sumber foto: Matranews

Rabu, 09 Juli 2025

Edukasi Hukum Lingkungan untuk Petani Berkelanjutan: Kolaborasi Mahasiswa KKN-T UNDIP dan Kelompok Tani Desa Sukorejo, Sragen

Edukasi Hukum Lingkungan untuk Petani Berkelanjutan: Kolaborasi Mahasiswa KKN-T UNDIP dan Kelompok Tani Desa Sukorejo, Sragen

 


kabarpati.my.idMahasiswa KKN-T UNDIP melaksanakan kegiatan edukasi bertema "Edukasi Hukum Lingkungan untuk Petani Berkelanjutan" di rumah Ketua Kelompok Tani dan Ternak Desa Sukorejo, Sragen. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman petani dan peternak mengenai dampak lingkungan dari praktik pertanian konvensional serta solusi berbasis hukum dan teknologi ramah lingkungan. Melalui pendekatan partisipatif, diharapkan masyarakat desa dapat menerapkan prinsip pertanian berkelanjutan sekaligus memahami konsekuensi hukum dari pencemaran lingkungan. Hal ini sejalan dengan misi IDBU-KKN Tematik 42, yaitu mendukung tumbuhnya semangat belajar bagi anak-anak desa, di bawah bimbingan Dr. Ir. Cahya Setya Utama, S.Pt., M.Si., IPM.  

Kegiatan dilaksanakan pada 2 Juli 2025 dengan metode diskusi informal, melibatkan 20 petani dan peternak Desa Sukorejo. Pendekatan ini dipilih untuk memicu interaksi aktif, di mana peserta bebas menyampaikan keluhan, pengalaman, dan pertanyaan terkait isu lingkungan. Diskusi difokuskan pada analisis masalah lokal seperti ketergantungan pupuk anorganik, pembuangan limbah ternak dan ikan lele ke sungai, serta pencemaran saluran irigasi. Suasana santai namun serius memungkinkan mahasiswa KKN-T UNDIP menyampaikan materi hukum lingkungan secara aplikatif, termasuk solusi praktis seperti pengolahan limbah menjadi biogas dan pupuk organik.  

Berdasarkan analisis dari berita daerah dan penelitian mahasiswa, sebagian besar petani di Sragen masih bergantung pada pupuk anorganik, sementara peternak belum optimal mengelola limbah kotoran ternak. Limbah budidaya ikan lele juga sering dibuang langsung ke sungai. Di sisi lain, petani mengeluhkan kerusakan lahan akibat limbah yang mencemari saluran irigasi, terutama pada malam hari ketika air berbau tidak sedap.  

Kegiatan edukasi ini mengacu pada UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, khususnya Pasal 60, 69, 100, dan 104, yang mengatur kewajiban pengelolaan limbah dan sanksi bagi pelanggar. Selain itu, PP No. 22 Tahun 2021 Pasal 138 huruf (h) menegaskan bahwa limbah harus diolah sesuai standar baku mutu lingkungan. Pelanggaran terhadap aturan ini, seperti pembuangan limbah ternak atau pupuk kimia berlebihan ke sungai, dapat dikenai sanksi pidana sesuai Pasal 100 dan 104 UU No. 32/2009  

Untuk mengatasi permasalahan ini, mahasiswa KKN-T UNDIP menawarkan solusi berbasis partisipasi masyarakat. Pertama, mendorong pertanian organik dengan memanfaatkan kompos dari limbah ternak dan sisa tanaman untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik. Kedua, menyelenggarakan pelatihan bagi petani dan peternak tentang teknik pengelolaan limbah serta praktik pertanian berkelanjutan. Ketiga, mengembangkan teknologi sederhana seperti reaktor biogas dan kolam sedimentasi untuk mengubah limbah ternak menjadi energi dan pupuk. Keempat, membentuk tim pengawas lingkungan desa yang bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat untuk memantau dan melaporkan pelanggaran. Dengan pendekatan ini, diharapkan Desa Sukorejo dapat menerapkan sistem pertanian yang ramah lingkungan sekaligus mematuhi regulasi hukum yang berlaku. 

Kegiatan berhasil menciptakan forum diskusi aktif, di mana petani menyadari pentingnya aspek hukum lingkungan. Misalnya, peserta sepakat menginisiasi pembuatan pupuk organik bersama dan melaporkan kasus pencemaran ke pemerintah desa. Antusiasme ini menunjukkan keberhasilan pendekatan partisipatif dalam membangun kesadaran kolektif.  

Forum diskusi ini diharapkan menjadi wadah tetap advokasi lingkungan di Sukorejo. Dengan pemahaman hukum yang memadai, petani dapat menjadi agen perubahan menuju pertanian berkelanjutan sekaligus penjaga kelestarian ekosistem desa. Kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat seperti ini menjadi kunci mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan.  

Kegiatan ini tidak hanya memenuhi tujuan KKN-T UNDIP dalam transfer ilmu, tetapi juga memperkuat sinergi antara kampus dan masyarakat. Dukungan dari Dr. Cahya Setya Utama dan IDBU-KKN Tematik 42 mempertegas komitmen untuk membangun desa yang mandiri dan berwawasan lingkungan.



Editor:
Achmad Munandar

Minggu, 29 Juni 2025

Semarakan Malam Suro, Warga RT 01 Dukuh Weron Tegalharjo Gelar Kesenian Campursari

Semarakan Malam Suro, Warga RT 01 Dukuh Weron Tegalharjo Gelar Kesenian Campursari

 


Kabarpati.my.id - Tegalharjo 27 Juni 2025. Warga RT 01 Dukuh Weron gelar kesenian campursari dalam rangka memeriahkan malam Suro atau tahun baru Islam 1447 Hijriah.

Pagelaran tersebut bertempat di lapangan bola voli Dukuh Weron mulai jam 20.00 WIB hingga jelang tengah malam. Dimeriahkan oleh grup Campursari Kridho Laras dari Universitas Negeri Semarang.

Warga antusias menikmati dari anak-anak hingga orang tua terbukti dengan banyaknya penonton yang hadir.



"Acara pegelaran seni campursari ini kita adakan selain dalam rangka memperingati bulan suro juga sebagai upaya nguri-nguri kabudayan jawi." Jelas bapak Supardi Ketua RT 01 Dukuh Weron.

Sebelumnya juga dilaksanakan tasyakuran selepas Magrib, diikuti warga dengan masing-masing membawa "Asahan" berupa nasi lengkap denga lauk pauk atau berkat, buah dan jajanan ringan.


Acara selesai jelang tengah malam, beberapa warga melanjutkan "melekan" hingga dini hari dengan jagongan ringan.




Penulis:
Achmad Munandar

Foto: 
Paminto dan Nandar

Rabu, 18 Juni 2025

Dari Limbah Menjadi Emas: Pengabdian Laboratorium Produksi Ternak Unggas FPP UNDIP di Kabupaten Rembang

Dari Limbah Menjadi Emas: Pengabdian Laboratorium Produksi Ternak Unggas FPP UNDIP di Kabupaten Rembang

 


kabarpati.my.idPada Hari Rabu, 5 Februari 2025, Laboratorium Produksi Ternak Unggas melalui Departemen Peternakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Kampus PSDKU Undip Kabupaten Rembang. 

Kegiatan ini mengusung tema "Dari Limbah Menjadi Emas: Pengolahan Kotoran Ayam Menjadi Pupuk Kompos Berkualitas di Kabupaten Rembang" dalam rangka mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Tujuan 2, yaitu mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan gizi yang baik, serta meningkatkan pertanian berkelanjutan.

Para peternak diberikan edukasi mengenai pengolahan limbah peternakan menjadi pupuk berkualitas dan bernilai jual. Selain itu, peserta juga diberikan edukasi mengenai digital marketing secara online sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. 


Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari peternak di Kabupaten Rembang, serta tim pengabdian yang terdiri dari staf dosen Laboratorium Produksi Ternak Unggas dan dosen lingkup Departemen Peternakan. Acara ini terlaksana berkat kerja sama antara Dinas Peternakan Kabupaten Rembang, Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. 

Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah sinergi antara akademisi, dinas, dan para peternak sehingga dapat memberikan manfaat yang nyata. Antusiasme para peternak sangat tinggi dalam mengikuti acara ini. Rangkaian kegiatan pengabdian ditutup dengan pemberian bantuan vitamin mineral ternak dan pembagian telur untuk 500 kepala keluarga di sekitar PSDKU Rembang.



Editor:
Achmad Munandar

Kuliner

[Kuliner][recentbylabel2]

Acara

[Acara][recentbylabel2]
Notification
Sugeng rawuh selamat membaca.
Done